Speaker AI OpenAI Dikabarkan Rilis 2027, Harga Rp 5-6,6 Juta dan Desain Donat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:46:01 WIB
OpenAI dikabarkan mengembangkan speaker pintar bertenaga AI dengan desain menyerupai donat, yang direncanakan rilis pada 2027.

RIAU — OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan lompatan besar dari sekadar pengembang model AI menjadi produsen perangkat keras. Berdasarkan laporan Bloomberg, perusahaan yang bermarkas di San Francisco itu sedang menggarap speaker pintar bertenaga AI yang dirancang sebagai representasi fisik dari ChatGPT. Perangkat ini dikembangkan bersama LoveFrom, studio desain milik Jony Ive, mantan kepala desain Apple yang dikenal lewat karya-karya ikoniknya seperti iPhone dan iMac.

Desain Donat Logam dengan Bagian Bergerak

Sumber Bloomberg menyebut perangkat ini memiliki bentuk donat atau cincin yang memungkinkan pengguna memindahkannya dari satu ruangan ke ruangan lain. Pengguna bisa meletakkannya di meja samping tempat tidur, meja dapur, atau area lain di rumah sesuai kebutuhan.

Material bodinya akan menggunakan logam berkualitas tinggi dengan tampilan premium. Yang menarik, perangkat ini dikabarkan memiliki "bagian yang bergerak" (moving parts), meski fungsinya belum dijelaskan secara detail. Spekulasi awal menyebutkan bagian bergerak ini mungkin terkait dengan mekanisme kamera, sensor, atau indikator visual saat ChatGPT sedang merespons perintah suara.

Harga Speaker AI OpenAI vs Kompetitor

Dari sisi harga, speaker ini dipatok lebih tinggi dari rata-rata speaker pintar yang beredar di pasaran. Bloomberg melaporkan banderolnya berkisar antara USD 300 hingga USD 400 per unit. Jika dikonversi dengan kurs sekitar Rp 16.500 per dolar AS, harganya mencapai Rp 4,95 juta hingga Rp 6,6 juta.

Sebagai perbandingan, lini speaker pintar Amazon Echo dibanderol mulai dari USD 40 (sekitar Rp 660 ribu) untuk varian termurah hingga USD 240 (sekitar Rp 3,9 juta) untuk varian tertinggi. Artinya, OpenAI memposisikan produk ini di segmen premium, jauh di atas kompetitor utama seperti Amazon Echo dan Google Nest Hub.

Strategi OpenAI dan Tantangan Pasar Speaker Pintar

Langkah OpenAI masuk ke ranah perangkat rumah tangga sebenarnya masuk akal. Dengan memiliki perangkat keras sendiri, integrasi ChatGPT ke kehidupan sehari-hari pengguna bisa lebih dalam dibanding sekadar aplikasi di ponsel. Pengguna bisa berinteraksi dengan AI tanpa perlu membuka layar, cukup dengan berbicara di ruangan mana pun.

Namun, pasar speaker pintar bukanlah ladang yang mudah. Secara historis, kategori produk ini sulit menghasilkan keuntungan besar. Amazon dan Google bahkan sempat meredupkan fokus mereka pada lini ini karena margin tipis dan rendahnya frekuensi pembelian ulang. Harga tinggi yang direncanakan OpenAI bisa menjadi penghalang adopsi massal, terutama di pasar seperti Indonesia yang lebih sensitif terhadap harga.

Rilis 2027 dan Gugatan Apple

Perangkat ini dijadwalkan meluncur pada 2027, memberi OpenAI waktu sekitar dua tahun untuk menyempurnakan desain dan fungsionalitas. Namun, perjalanan OpenAI ke dunia hardware tidak mulus. Perusahaan sedang menghadapi gugatan dari Apple yang menuduh OpenAI mencuri rahasia dagang. OpenAI membantah tuduhan tersebut dan menyatakan akan melawan di pengadilan.

Jika benar-benar terealisasi sesuai rencana, speaker AI ini akan menjadi ujian pertama bagi OpenAI dalam bersaing di pasar perangkat keras yang sudah dikuasai pemain besar. Kehadiran nama Jony Ive di balik desainnya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang menghargai estetika, namun keberhasilan produk ini tetap bergantung pada satu hal: apakah fitur "moving parts" dan integrasi ChatGPT-nya cukup kuat untuk membenarkan harga yang hampir menyentuh Rp 6,6 juta.

Bagi pengguna di Indonesia yang tertarik, produk ini masih jauh dari jangkauan. Belum ada informasi mengenai ketersediaan resmi di pasar lokal. Namun, bagi tech enthusiast yang sudah terbiasa menggunakan ChatGPT untuk pekerjaan sehari-hari, perangkat ini layak masuk daftar tunggu — asalkan fitur unggulannya benar-benar berbeda dari speaker pintar yang sudah ada.

Tags

Terkini