Samsung Neo WindFree Ultra Hadir dengan Filter PM1.0 dan AI

Samsung Neo WindFree Ultra Hadir dengan Filter PM1.0 dan AI

SELARAS.CO.ID — Samsung resmi meluncurkan AC Neo WindFree Ultra pada 19 September 2026, menggabungkan pendinginan dan pemurnian udara dalam satu perangkat lewat filter PM1.0. Pendingin udara ini juga dilengkapi teknologi WindFree Enhanced dengan AI 7 Motion Winds serta pengaturan berbasis kecerdasan buatan yang bisa dikendalikan lewat aplikasi SmartThings. Kehadiran perangkat ini menandai langkah Samsung memperluas lini home appliance premium di pasar Indonesia.

Peluncuran ini menempatkan Samsung bersaing di segmen AC premium yang kian ramai. Nama Neo WindFree Ultra diposisikan sebagai solusi All-in-One Comfort, memadukan pendingin udara dan pemurni udara tanpa perlu perangkat tambahan.

Filter PM1.0 dan Klaim Pemurnian Udara

Komponen utama fitur pemurnian udara adalah PM1.0 Filter. Filter ini dirancang menangkap partikel berukuran hingga 1 mikrometer, termasuk debu dan asap.

Samsung mengklaim filter tersebut mampu mensterilkan lebih dari 99 persen bakteri dan partikel halus di udara. Efektivitasnya disebut mencapai dua kali dibandingkan PM2.5 Filter.

PM1.0 mengacu pada partikel berukuran hingga 1 mikrometer, lebih kecil dibanding kategori PM2.5 yang umum dipakai dalam pengukuran partikulat udara. Unit AC juga dilengkapi indikator cahaya berwarna yang menampilkan kondisi kualitas udara di dalam ruangan.

Filter pada perangkat dapat dilepas dan dicuci kembali. Samsung menyertakan Washable Filter agar pengguna bisa merawat perangkat secara berkala tanpa harus mengganti filter setiap kali digunakan.

Tujuh Mode Kesejukan di WindFree Enhanced

WindFree Enhanced mengandalkan AI 7 Motion Winds untuk menyesuaikan pola aliran udara berdasarkan kebutuhan pengguna. Teknologi ini menyediakan tujuh mode: Max Wind, Surround Wind, Long Reach Wind, Down Wind, AI Direct Wind, AI Indirect Wind, dan WindFree.

Max Wind ditujukan untuk pendinginan cepat, sementara Surround Wind mendistribusikan udara lebih merata. Long Reach Wind menjangkau area lebih jauh, sedangkan Down Wind mengarahkan aliran udara ke bawah.

Pada mode AI Direct Wind, AC mengarahkan udara kepada pengguna saat dibutuhkan pendinginan lebih cepat. Sebaliknya, AI Indirect Wind mengarahkan udara ke area sekitar pengguna untuk memberi kesejukan tanpa hembusan langsung.

Mode WindFree memakai 23.000 micro air holes pada panel depan unit. Lubang-lubang itu memungkinkan udara dingin keluar lebih lembut tanpa menghasilkan hembusan langsung ke pengguna.

Samsung juga menyematkan WindFree Low Noise dengan tingkat kebisingan hingga 23 dBA. Perusahaan mencatat angka tersebut dapat berbeda bergantung pada kapasitas AC, mode operasi, jarak pengukuran, dan kondisi akustik ruangan.

AI Fast Comfort Cooling dan Kendali SmartThings

AI Fast & Comfort Cooling mengotomatisasi pengaturan AC dengan menganalisis kondisi ruangan dan pola penggunaan. Pilihan pengoperasiannya mencakup Fast Cooling, WindFree, hingga Dry Comfort.

Pengendalian perangkat terintegrasi dengan Samsung SmartThings. Lewat aplikasi tersebut, pengguna dapat mengakses AC dari smartphone, termasuk saat berada di luar rumah. Sejumlah fungsi juga bisa dijalankan lewat perintah suara.

Untuk perawatan bagian dalam unit, Samsung menyediakan teknologi Freeze Wash. Fitur ini memungkinkan bagian dalam AC dibersihkan secara otomatis, dan pengguna menerima notifikasi ketika AC membutuhkan pembersihan.

Hendy Budihartono, Head of AC Business, Samsung Electronics Indonesia, menyebut perangkat ini dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang lebih luas dari sekadar pendinginan.

"Kenyamanan bukan hanya soal sejuk, tetapi juga udara yang lebih bersih dan teknologi yang memahami kebutuhan mereka," ujarnya.

AI Energy Mode dan Efisiensi Daya

Samsung AC Neo WindFree Ultra menggunakan AI Inverter untuk menjaga kinerja pendinginan sekaligus menyesuaikan penggunaan energi. Fitur ini dipadukan dengan AI Energy Mode yang diklaim mampu menghemat konsumsi listrik hingga 41 persen.

Klaim penghematan itu perlu diuji dalam pemakaian nyata, karena besarannya bergantung pada kapasitas unit, durasi pemakaian, dan suhu ruangan. Samsung belum merinci harga resmi maupun ketersediaan varian kapasitas di Indonesia.

Bagi pelaku bisnis properti dan pengelola gedung, kombinasi pemurnian udara dan efisiensi energi menjadi nilai jual tersendiri di tengah tekanan biaya operasional. Konsumen rumah tangga di kota besar dengan polusi udara tinggi juga menjadi target utama perangkat ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index