Keluarga Korban KM Virgo Diminta Lengkapi 100 Data Antemortem DVI Polda Kalsel

Keluarga Korban KM Virgo Diminta Lengkapi 100 Data Antemortem DVI Polda Kalsel

SELARAS.CO.ID — Tim Disaster Victim Identification Polda Kalimantan Selatan telah menghimpun lebih dari 100 data antemortem dari keluarga korban KM Virgo Transport 8. Data itu mencakup keterangan dari Posko Antemortem di Pelabuhan Trisakti maupun sejumlah rumah sakit di Banjarmasin. Keluarga yang belum menyerahkan informasi diminta segera melapor agar proses identifikasi korban hilang berjalan lancar.

Anggota Tim DVI Polda Kalsel, dokter Supriadi, menyampaikan permintaan itu saat berada di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Sabtu malam. Menurut dia, data antemortem yang terkumpul sudah melewati angka 100.

"Keluarga korban yang belum memberikan informasi terkait keluarga atau korban yang hilang, termasuk jika ada korban temuan baru, bisa segera menyampaikan data-data di Posko Ante Mortem kami di Pelabuhan Trisakti dan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin," kata Supriadi.

Posko antemortem dibuka di dua lokasi untuk mempermudah keluarga menyerahkan data. Data itu menjadi bahan pencocokan dengan temuan tim SAR di lapangan.

Seluruh Korban Meninggal yang Ditemukan Sudah Teridentifikasi

Pada Sabtu (19/9), Tim DVI Polda Kalsel mengidentifikasi tiga korban meninggal dunia. Sebelumnya, enam korban lain sudah lebih dulu teridentifikasi.

Dengan tambahan tersebut, seluruh korban meninggal yang ditemukan tim SAR gabungan telah berhasil diidentifikasi. Tidak ada lagi jenazah yang menunggu proses pencocokan data.

117 Korban Ditemukan, 126 Masih Dicari

Hingga hari ketujuh operasi SAR, Sabtu malam pukul 21.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 117 korban ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia.

Masih ada 126 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8. Pencarian terhadap mereka terus dilakukan tim SAR gabungan.

Kronologi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak 12 September 2026. Kapal itu mengangkut 243 orang.

Kapal dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Data antemortem yang dikumpulkan keluarga menjadi kunci mencocokkan korban yang belum teridentifikasi. Keluarga yang belum melapor diminta tidak menunda penyerahan data.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index