India Kumpulkan Rp 58 Triliun dari Divestasi Saham LIC, Target 800 Miliar Rupee Masih Terbuka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:30:31 WIB
Pemerintah India mengumpulkan dana segar sebesar 800 miliar rupee dari hasil divestasi saham LIC.

RIAU — Penjualan saham LIC, perusahaan asuransi jiwa terbesar di India, menjadi transaksi divestasi terbesar yang diselesaikan tahun ini. Strategi diskon harga sekitar 10% terbukti ampuh memancing minat investor, membuat permintaan membeludak hingga melampaui porsi saham yang ditawarkan (oversubscribed).

Mengutip CNBC International, Selasa (18/8/2026), pemerintah India tercatat telah mendivestasikan 10 perusahaan pelat merah sepanjang tahun ini. Beberapa di antaranya adalah Cochin Shipyard, Indian Railways Finance Corp, NHPC, dan Coal India.

Dana Segar di Tengah Defisit Fiskal yang Melebar

Gelombang divestasi ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi tengah berupaya menjaga mesin pertumbuhan ekonomi tetap berjalan di tengah defisit fiskal yang semakin melebar. Penerimaan negara juga tertekan setelah pemerintah memangkas sejumlah tarif pajak tidak langsung.

Konflik Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah turut memperberat neraca keuangan negara. Para analis memperingatkan, belanja negara berisiko melampaui target defisit fiskal sebesar 4,3% dari produk domestik bruto (PDB) tahun ini.

Tekanan fiskal diperkirakan akan mendorong pemerintah mempercepat program divestasi aset negara. Analis ANZ mencatat, kenaikan subsidi pupuk serta biaya pembayaran utang berpotensi memperlebar defisit fiskal hingga 0,3% PDB.

Pencapaian Tertinggi dalam Lebih dari Satu Dekade

Di luar penjualan saham LIC, pemerintah India telah melepas kepemilikan di sembilan perusahaan BUMN dan menghimpun dana hampir 270 miliar rupee (sekitar Rp 46,2 triliun). Menurut penyedia data pasar Prime Database, angka ini merupakan yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade.

Hasil penjualan saham LIC sendiri melampaui angka tersebut dengan selisih cukup besar. Hal ini menunjukkan semakin besarnya ketergantungan pemerintah India pada divestasi aset negara untuk menghimpun dana tanpa harus memperlebar defisit fiskal.

Para analis menilai pemerintah berada di jalur yang tepat untuk mencapai target penghimpunan dana dari penjualan saham BUMN tahun ini. Sejauh ini, pemerintah India telah memenuhi lebih dari 65% target divestasi tahunannya.

Eskalasi Penjualan yang Belum Pernah Terjadi

Walaupun regulasi mewajibkan pemerintah memangkas porsi kepemilikan di sejumlah perusahaan demi mematuhi ketentuan pencatatan bursa, eskalasi transaksi divestasi tahun ini berlangsung sangat cepat dan dalam skala yang luar biasa besar. India terakhir kali mampu memenuhi target tahunan penjualan saham BUMN pada periode tahun fiskal yang berakhir di bulan Maret 2019 silam.

Dana hasil divestasi diyakini akan membantu memperkuat neraca keuangan negara yang tertekan akibat berbagai tekanan ekonomi makro. Langkah agresif ini menjadi strategi utama Delhi untuk menjaga stabilitas fiskal tanpa mengorbankan belanja pembangunan.

Tags

Terkini