SELARAS.CO.ID — Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan langkah ini sebagai bagian dari program "Operation Economic Outcast" pada Senin pekan lalu. Kebijakan tersebut menyasar cabang Banque Misr di UEA yang dinilai menjadi pintu masuk utama rezim Iran untuk mengakses mata uang dolar AS.
Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan (FinCEN) di bawah Kementerian Keuangan AS menerbitkan rancangan aturan yang akan mencabut izin bank koresponden Banque Misr UAE untuk bertransaksi dengan lembaga keuangan Amerika. Larangan tersebut dijadwalkan berlaku efektif pada 28 September mendatang.
Kuncian Akses Dolar dan Mekanisme Sanksi
Rancangan aturan yang diterbitkan FinCEN menyasar layanan bank koresponden, yaitu jalur yang digunakan bank asing untuk melakukan transaksi dalam mata uang dolar AS. Jika aturan ini final, seluruh transaksi dolar yang melibatkan Banque Misr UAE melalui sistem perbankan Amerika akan terputus total.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Keuangan AS menyebut Banque Misr UAE sebagai simpul kritis bagi rezim Iran untuk mengakses dolar AS. Penilaian ini muncul setelah operasi intelijen keuangan menemukan pola transaksi mencurigakan yang melibatkan cabang bank tersebut dalam lalu lintas dana ke Iran.
"FinCEN Kementerian Keuangan AS mengusulkan aturan yang akan mencabut akses perbankan koresponden Banque Misr UAE ke lembaga keuangan AS. Kementerian Keuangan menilai Banque Misr UAE sebagai simpul kritis bagi rezim Iran untuk mengakses dolar AS," demikian bunyi pernyataan resmi Kementerian Keuangan AS.
Periode Tanggapan Publik dan Opsi Banding
Pemerintah AS membuka masa pemberitahuan selama 30 hari untuk menerima tanggapan publik. Proses ini menjadi ajang bagi pihak terdampak maupun pendukung kebijakan untuk menyampaikan argumentasi sebelum keputusan akhir ditetapkan.
Langkah ini berpotensi memicu respons diplomatik dari Kairo. Sebagai bank terbesar kedua di Mesir, Banque Misir memiliki jaringan luas di kawasan Teluk dan berperan penting dalam arus remitansi pekerja migran Mesir di UEA.
Tekanan Ekonomi Berlapis di Tengah Kebuntuan Hormuz
Pengumuman ini hadir di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Pemerintahan Trump memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran dengan memutus rantai keuangan yang dinilai memperkuat posisi Iran di kawasan.
"Operation Economic Outcast" dirancang untuk memperluas dampak sanksi dengan menargetkan pihak ketiga yang menjadi perantara transaksi. Langkah ini menyusul serangkaian sanksi lain yang dijatuhkan Washington terhadap entitas bisnis di kawasan Teluk yang diduga memfasilitasi perdagangan minyak dan transfer dana Iran.
Keputusan final atas usulan aturan ini akan menentukan nasib akses Banque Misr UAE terhadap sistem dolar global. Jika disetujui, larangan transaksi akan mengikat seluruh lembaga keuangan AS untuk memutus hubungan koresponden dengan cabang bank Mesir tersebut di UEA.