Di Vladivostok, Prabowo Sebut Prinsip Rusia Jadi Kunci Eratkan RI-Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 02:34:31 WIB
Presiden Prabowo menyampaikan pidato dalam sesi pleno Eastern Economic Forum (EEF) Ke-11 di Vladivostok, Kamis.

SELARAS.CO.ID — Di panggung Eastern Economic Forum (EEF) Ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Kamis, Prabowo tidak sekadar menyapa hadirin, tetapi juga merajut benang persamaan budaya antara dua bangsa yang terpisah ribuan kilometer. Ia mengangkat pepatah kuno Rusia, Odin v pole ne voin, yang berarti seseorang tidak akan meraih kemenangan jika berjuang sendirian.

"Saya memahami bahwa masyarakat Rusia memiliki sebuah pepatah Odin v pole ne voin. Tidak akan ada kemenangan jika kita berjuang sendirian," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Makna Gotong Royong yang Diakui Sejajar dengan Kearifan Rusia

Presiden Prabowo kemudian menarik paralel dengan falsafah Indonesia. "Di Indonesia, kami memiliki pepatah yang sama. Kami menyebutnya gotong-royong. Beban seberat apapun akan menjadi ringan ketika kita memikulnya bersama-sama," ujarnya.

Bagi kepala negara, perbedaan bahasa tidak menjadi penghalang untuk menemukan kesamaan nilai. "Kita memiliki bahasa yang berbeda, tetapi kita memiliki kebijaksanaan kuno yang sama dari para leluhur kita," lanjut Prabowo, menegaskan bahwa kedekatan personal yang telah terjalin selama ini harus diwariskan menjadi hubungan yang lebih melembaga.

Dari Filosofi ke Ranah Konkret: Perdagangan hingga Sistem Pembayaran

Persamaan filosofi itu ia jadikan fondasi untuk mendorong perluasan kerja sama bilateral. Prabowo secara eksplisit menyebutkan sektor-sektor yang mesti diperluas, mulai dari perdagangan, konektivitas, sinkronisasi sistem pembayaran, hingga proyek-proyek industri bersama. Ia menggarisbawahi pentingnya melembagakan kedekatan yang selama ini bersifat personal agar dampaknya lebih terstruktur dan berkelanjutan.

"Semua yang kita bahas hari ini, tarif yang tercakup dalam FTA, koridor transportasi, sistem pembayaran, proyek-proyek industri ada untuk satu alasan, yaitu agar seorang nelayan di Indonesia dan seorang pembuat kapal di Rusia dapat melihat anak-anak mereka dan percaya hari esok akan lebih baik dari hari ini," tutur Presiden.

Panggung Bersama Lima Pemimpin Kawasan

Dalam sesi pleno di forum ekonomi tahunan itu, Prabowo berbagi panggung dengan sejumlah pemimpin kunci, yakni Presiden Rusia Vladimir Putin, Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, dan Wakil Presiden Myanmar U Nyo Saw. Selain menyampaikan pidato, Presiden Prabowo juga menjawab pertanyaan moderator, Tokarev Kirill Viktorovich, seorang jurnalis senior Rusia.

Partisipasi di EEF ini menandai penguatan posisi Indonesia dalam peta diplomasi ekonomi kawasan, khususnya dengan Rusia di tengah dinamika geopolitik global. Penekanan pada nilai gotong royong menjadi cara Prabowo untuk menunjukkan bahwa kerja sama internasional tidak semata-mata transaksional, melainkan berakar pada nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Tags

Terkini