SELARAS.CO.ID — Kegiatan yang mempertemukan anggota Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) dari berbagai daerah ini dirancang bukan sekadar perkemahan. Agenda tiga hari itu memadukan pendidikan kepanduan, kebangsaan, keagamaan, kepemimpinan, hingga kreativitas dan pengabdian masyarakat.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hadir menegaskan peran strategis Pramuka PUI dalam membangun karakter generasi muda. Menurut dia, pendidikan karakter yang diberikan melalui kepanduan menjadi bekal penting bagi kader penerus bangsa.
"Bagaimana membangun karakter kebangsaan, membangun jiwa saling menolong, gotong royong, jiwa persatuan, dan juga keterampilan-keterampilan lain. Pendidikan karakter kebangsaan tentunya dibutuhkan oleh mereka untuk menjadi calon-calon generasi muda penerus bangsa," ujar Listyo dalam keterangan tertulis, Kamis.
Integrasi Kepanduan dan Keagamaan dalam Satu Kurikulum Pembinaan
Pembinaan yang diusung Pramuka PUI berbeda dari sekadar latihan reguler. Kegiatan ini menempatkan nilai keagamaan sebagai fondasi utama, disandingkan dengan keterampilan praktis khas kepramukaan. Tujuannya, membentuk kader yang tidak hanya cekatan secara fisik, tetapi memiliki integritas spiritual.
Listyo menilai kombinasi itu relevan dengan kebutuhan Indonesia saat ini, khususnya dalam menjaga kohesi sosial. Ia berharap PUI terus berperan aktif bersama elemen masyarakat lain dalam pemeliharaan bangsa.
Jejak PUI Sejak Sebelum Kemerdekaan dan Tokoh BPUPKI
PUI bukan organisasi baru. Kapolri mengingatkan perjalanan panjang PUI yang telah eksis sejak masa pra-kemerdekaan. Sejumlah tokohnya tercatat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Dua nama yang disebut Listyo adalah KH Abdul Halim dan KH Ahmad Sanusi. Keduanya berperan dalam perumusan dasar negara dan UUD 1945.
"Ini adalah tokoh-tokoh nasional yang sudah lahir sejak zaman dahulu. Ke depan, harapan kita PUI terus bisa ikut menjaga bangsa dengan keterampilan yang ada, bersama elemen masyarakat lainnya," kata Kapolri.
Mencetak Kader yang Mampu Memimpin Diri dan Lingkungan
Ketua Umum PUI Raizal Arifin menyampaikan, kemah nasional merupakan ikhtiar kaderisasi berkelanjutan. Targetnya bukan melahirkan peserta yang sekadar terampil berkemah, tetapi memiliki jiwa kepemimpinan, cinta Indonesia, dan siap berkontribusi bagi negara.
"Kami ingin anak-anak muda PUI tumbuh menjadi generasi yang mampu memimpin dirinya, memimpin lingkungannya, dan pada waktunya mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara," kata Raizal.
Ia mengaku banyak belajar dari Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam membangun budaya disiplin. Menurut Raizal, disiplin menjadi elemen vital dalam pembinaan generasi muda, sejalan dengan semangat kepanduan yang ditanamkan sepanjang kemah.
Kegiatan ini menandai konsistensi PUI dalam menyiapkan kader yang berkarakter. Di tengah tantangan sosial yang kian kompleks, peran organisasi kepanduan berbasis keagamaan seperti PUI dinilai memberi ruang pembinaan yang lebih terarah bagi remaja dan pemuda.