Gempa NTT Rusak 20 SPBU di Flores, Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Tetap Aman

Gempa NTT Rusak 20 SPBU di Flores, Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Tetap Aman
SPBU di Flores masih tutup pascagempa NTT, Pertamina memastikan pasokan BBM dan elpiji tetap aman.

RIAU — Gempa dahsyat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pekan lalu meninggalkan duka sekaligus gangguan infrastruktur yang cukup serius. Di Pulau Flores, dampaknya langsung terasa di sektor energi: puluhan SPBU terpaksa berhenti melayani masyarakat. Namun, Pertamina Patra Niaga menegaskan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji untuk warga tidak akan putus di tengah situasi darurat ini.

Vice President Corporate Communications Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengungkapkan bahwa dari 52 SPBU yang tersebar di Flores, sebanyak 32 unit sudah kembali beroperasi. Sisanya, 20 SPBU, masih ditutup karena berbagai kendala. "Sebagian SPBU yang tutup mengalami pemadaman listrik, kerusakan fasilitas, atau kondisi lingkungan yang tidak aman. Ada juga yang secara struktur bangunan aman, tapi tetap ditutup karena operator mengutamakan keselamatan," jelas Kitty dalam keterangan resminya, Minggu.

Dua SPBU di Manggarai Rusak Berat, Ini Lokasi yang Masih Melayani

Kerusakan paling parah terjadi di Kabupaten Manggarai. Dua SPBU di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan struktural pada area pengisian sehingga tidak memungkinkan untuk beroperasi. Kendati demikian, masyarakat masih bisa mengakses beberapa SPBU terdekat yang kondisinya aman.

Pertamina memastikan sejumlah titik layanan tetap buka untuk memenuhi kebutuhan warga, di antaranya SPBU 54.86.501 di Jl. Yos Sudarso, Mbaumuku; SPBU 54.86.503 di Jl. Ruteng-Benteng Jawa, Tenda; dan SPBU 54.86.509 di Jl. Raya Ruteng-Labuan Bajo, Km 4. Ketiga lokasi ini menjadi andalan sementara bagi warga Manggarai dan sekitarnya untuk mendapatkan BBM.

Pasokan Elpiji Aman, Distributor Minyak Tanah Terdampak

Untuk kebutuhan rumah tangga, kabar baiknya adalah seluruh distributor elpiji di Flores masih berfungsi normal. Kitty menyebutkan kelima distributor elpiji yang tersebar di pulau tersebut tidak mengalami kerusakan fasilitas. Stok elpiji di setiap distributor juga terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat pascagempa.

Namun, situasi berbeda terjadi pada distribusi minyak tanah. Sebanyak 12 distributor minyak tanah ikut terdampak getaran gempa. Pertamina Patra Niaga saat ini tengah memaksimalkan operasional sambil memantau kendala di lapangan, terutama di Terminal BBM Reo dan ruas jalan yang tertimbun longsor, seperti jalur Nagekeo-Ngada menuju Ende.

Longsor Jadi Musuh Utama, Pertamina Perketat Pengawalan

Tantangan terbesar pendistribusian saat ini bukan hanya kerusakan fasilitas, melainkan akses jalan. Sejumlah ruas vital dilaporkan terputus akibat longsor, di antaranya jalan Reo-Ruteng, jalur Trans-Flores Ende-Bajawa, dan jalan Trans Marapokot. Kondisi ini memaksa Pertamina mengerahkan pengawalan ekstra untuk setiap mobil tangki yang mengangkut BBM.

"Pengiriman BBM menggunakan mobil tangki dengan pengawalan tambahan, khususnya di rute yang terdampak longsor," ujar Kitty. Alat berat pun telah dikerahkan untuk membersihkan material longsor, meski kondisi jalan masih bisa berubah sewaktu-waktu. Pertamina berkoordinasi erat dengan otoritas setempat untuk mengamankan jalur distribusi dan memastikan akses energi tetap tersedia bagi warga.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau bantuan terkait layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 atau mengakses aplikasi MyPertamina. Perusahaan berkomitmen untuk membuka kembali SPBU yang tutup secara bertahap seiring membaiknya kondisi keamanan di lapangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index