SELARAS.CO.ID — Pusdokkes Polri mengumpulkan 133 data ante mortem dari keluarga korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Data tersebar di tiga kepolisian daerah, dengan jumlah terbanyak berasal dari Polda Kalimantan Selatan. Hingga kini, 129 orang masih dalam pencarian.
Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol dr Wahyu Hidayati menyatakan data ante mortem yang masuk terus bertambah seiring kedatangan keluarga korban ke pos pelaporan. Per Rabu, total data yang terkumpul mencapai 133.
"Data yang sudah masuk totalnya 133, namun ini terus bertambah seiring datangnya keluarga korban melapor," kata Wahyu di Banjarmasin, Rabu.
Sebaran Data di Tiga Polda
Rincian data ante mortem tersebar di tiga kepolisian daerah. Polda Kalimantan Selatan menerima 88 laporan, Polda Jawa Timur 43 laporan, dan Polda Jawa Tengah dua laporan.
Wahyu menegaskan volume data yang besar memperkuat kemampuan tim DVI melakukan pencocokan saat proses identifikasi berlangsung.
Jenis Data yang Dihimpun
Data ante mortem mencakup sejumlah penanda biologis yang diperlukan untuk pencocokan dengan data post-mortem. Unsur yang dihimpun meliputi sidik jari, golongan darah, DNA, serta konstruksi gigi.
"Data yang masuk membantu antara lain sidik jari, golongan darah, DNA, serta konstruksi gigi," jelas Wahyu didampingi Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan dan Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid.
Tantangan Identifikasi Jasad
Proses identifikasi menghadapi kendala ketika kondisi jasad sulit dikenali. Dalam situasi itu, data ante mortem menjadi pembanding utama bagi tim forensik.
Pencocokan antara data sebelum dan sesudah kematian menentukan apakah jasad yang dievakuasi bisa dipastikan identitasnya. Semakin lengkap data pembanding, semakin cepat proses verifikasi.
129 Orang Masih Dicari
Kapal Virgo Transport 8 tenggelam pada Minggu (13/9) dengan total 243 penumpang dan awak kapal. Hingga kini, 129 orang belum ditemukan.
Tim pencarian dan evakuasi masih beroperasi di perairan Laut Jawa. Penambahan data ante mortem dari keluarga korban menjadi bagian dari persiapan identifikasi jasad yang ditemukan.